Musik anak-anak adalah rumpun musik populer yang dibuat khusus untuk anak usia dini hingga sekolah dasar, dengan tujuan utama edukatif sekaligus menghibur.
Ciri umumnya meliputi melodi yang mudah diingat, lirik berbahasa sederhana, tema keseharian anak (keluarga, sekolah, permainan, hewan, kebersihan, sopan santun), serta aransemen yang cerah dan aman didengar.
Di Indonesia, musik anak-anak juga sering beririsan dengan lagu tradisional daerah, lagu pembelajaran (huruf/angka), dan konteks religius populer (misalnya lagu-lagu bernuansa doa atau pujian), sehingga spektrumnya luas dari bentuk folk sederhana sampai pop anak yang modern.
Musik untuk anak telah lama hadir sebagai lagu permainan, nyanyian pengantar tidur, dan materi pendidikan informal di rumah maupun komunitas.
Di Indonesia, akar ini kuat karena tradisi lisan dan lagu daerah yang mudah dinyanyikan bersama.
Pada era pascakemerdekaan, kebutuhan materi pendidikan dan siaran radio/rekaman mendorong hadirnya lagu anak yang lebih terstandardisasi.
Komposer dan pendidik menciptakan repertoar yang menekankan nilai moral, kedisiplinan, dan pengetahuan dasar, dengan bentuk lagu yang ringkas dan mudah diikuti.
Perkembangan televisi dan industri kaset memperluas jangkauan musik anak-anak.
Format yang dominan adalah pop anak: struktur lagu verse–chorus sederhana, aransemen ringan, serta figur penyanyi anak yang menjadi ikon budaya populer.
Masuknya era digital menggeser distribusi dari fisik/TV ke platform video dan streaming.
Konten musik anak menjadi lebih terfragmentasi: sebagian bertahan sebagai lagu pendidikan/animasi, sebagian lain menyerap estetika pop dan dance modern.
Pada saat yang sama, unsur tradisional dan religi tetap muncul kuat karena kebutuhan konten keluarga dan pendidikan nilai.